Teman saya dari Rwanda sudah mengungakapkan isi hatinya pada seorang perempuan Brunei - yang mirip2 dewi persik - melalui YM!, seorang Meksiko yang selalu protes selama konferensi memeluk erat seorang perempuan Filipin yang selama konferensi menemani dia protes, dan seorang peserta dari Indonesia menggegam erat tangan seorang perempuan Brunei, menitikkan air mata, mata yang berkaca-kaca, ahhhh konferensi, acara anak muda! mengapa kau selalu membawa kisah-kisah cinta yang memercik? bah bah bah!
Saya pun tertawa dalam hati, ketika seorang perempuan Filipin curhat di dalam taksi pada saya ketika saya mengantarkannya ke Bandara, dia berkata pada saya bahwa betapa “sejati” nya dan betapa perhatiaannya si Latino Meksiko itu padanya, sehingga membuat dia luluh, dan jatuh…- bah - cinta!, dia bilang pada saya bahwa dia sangat membenci hubungan seperti ini, karena mereka berdua dalam hitungan menit dan jam akan terpisah beribu-ribu kilo jarak waktu… dia bilang pada saya : “I hate him for doing this”, saya pun bergumam dalam hati “ah konferensi pemuda, letupan-letupan sesaat ini sering kali terjadi!”.
Melihat situasi-situasi seperti itu saya sepertinya sudah biasa, berhubung ini bukan kali pertama saya jadi peserta dan penyelenggara sebuah konferensi, saya sudah forecast sebelumnya bahwa hubungan-hubungan seperti itu pasti akan terjadi : kisah cinta antar negara, antar ras, antar generasi antar hati, antar religi dan antar propinsi.
Yeah itu pasti itu terjadi tak terkecuali pada sesiapapun entah itu pada panitia ataupun peserta, sampai saat ini pun saya masih berusaha mengerti peristiwa pagi itu - ya sebelum konferensi berlangsung saya menantang lantang-lantang perasaan2 seperti itu untuk menguji nyali saya - , peristiwa pagi yang menyentil saya, peristiwa pagi yang mengantarkan saya pada sebuah rasa yang kliyeng-kliyeng, rasa yang sudah saya “ramalkan” sebelumnya, rasa yang mengantarkan saya ke bandara untuk mengucapkan selamat jalan pada angin…..si Rwanda udah mengucapkan cinta pada si Brunei, si Meksiko sudah mengucapkan adio dengan mesra pada si Filipino…. lalu kini gilirian siapa? gosh!


Komentar Terakhir