Mencari Wazeenisme

Ngeblog,Ngeksis,Ngilmu

Ada bola di sarungku!

with one comment

Saya belum menonton film Garuda di dadaku itu, film yang katanya menggugah rasa nasionalisme itu.Tapi sejenak saya melihat poster film itu membangkitkan kenangan lama saya di pesantren, sewaktu masih aktif bermain bola di lapangan alun-alun guluk-guluk sana.

Waktu itu impian lama saya untuk menjadi seperti Roberto Baggio atau David Beckham selalu saja terbentur dengan sebuah keharusan untuk ‘belajar yang baik dan duduk di bangku sekolah dan belajar kitab kuning’, ya orang tua selalu bilang main bola itu ndak hubungannya dengan masa depan atau akherat, dan teman-teman di sekitar saya juga bilang agar sebaiknya saya realistis saja bermimpi, jujur dulu saya sangat mengambil hati ungkapan orang-orang di sekitar saya itu, dan ketika saya bersembunyi saya ungkapkan kekesalan saya akan ‘mimpi terlarang’ itu!

Dulu saya memang tidak bisa bermain bola dengan baik, di kesebelasan lokal pun saya hanya ‘pemain bawang’ , saya di pasang karena hanya saya mempunyai posisi sedikit istimewa, dan mungkin penghibur, tapi jiwa raga saya waktu itu memang penuh bola – ini terjadi tepat setelah demam piala dunia ‘94 di Amerika Serikat -.

Di pesantren, banyak sekali talenta-talenta berbakat yang menyembunyikan bakat nya di balik lipatan kain sarung yang melilit tubuh mereka, tapi entah mengapa talenta mereka menguap entah ke mana ketika mereka beranjak dewasa akhirnya mereka menganggap mimpi lama mereka hanya sekedar hobi saja – hobi yang untuk hobi -.

Dan akhirnya ada sebuah tanya; sarungan ndak boleh maen bola? sarungan ndak boleh jadi pemain bola? sarungan ndak boleh maen gitar? ah mungkin itu dulu, saya harap sekarang sudah beda seiring dengan ditekannya tombol sirine peresmian Jembatan Madura, semoga sedikit ada pergeseran dan gesekan atau bahkan tendangan!, ini bukan undangan, ini bukan himbauan, ini adalah paksaan untuk masa depan yang lebih baik!

Written by Wazeen

Juli 6, 2009 at 7:18 am

Ditulis dalam Getaran Jiwa, Uncategorized

Sekedar Update

tinggalkan komentar »

Ini sekedar update; sebuah kerinduan untuk selalu merekam keseharian yang melaju cepat di tengah padat merayap jalanan Jakarta.

Seolah tak percaya ketika terjebak macet- membunuh waktu, mendumel, memaki, mengesal dan berkeringat- kita hidup di era yang digital [?]

Sekedar update; selamat siang dan semoga berkenan.

Written by Wazeen

Juni 23, 2009 at 6:16 am

Ditulis dalam Uncategorized

Tagged with

My short memory circuit

with one comment

Walking without purpose
Withdrawing the IDR 150 thou instead of IDR 50 thou

Missed to withdraw back my ATM card so it lost…
Missed to pay for a bottle of tea…
Missed to pay the Angkot driver so he scolded to me this morning…
Missed to call you back…
Missed to text you back…
Missed to write you back…
Missed to email you back…
Missed to thank You…
Missed to love you
miss Universe
Miss YOU!

Written by Wazeen

Juni 6, 2009 at 2:44 pm

Ditulis dalam Uncategorized

Ilusi Negara Islam; Bahaya Laten Gerakan Islam Garis Keras

with 11 comments

4185_1053296181425_1496418608_30120459_1855931_n
Hari sabtu (16/05/2009) kemarin atas undangan sahabat-sahabat dekat saya, saya berkesempatan mengunjungi sebuah peluncuran buku yang saya tunggu-tunggu.

Saya begitu gregetan menunggu kehadiran buku ini, dan gemes untuk melihat reaksi mereka orang-orang radikal yang barbar itu, dan akhirnya buku itu pun diluncurkan kemarin dengan judul ILUSI NEGARA ISLAM, sebenarnya jujur saya mengharapkan buku ini hadir dengan judul greng seperti yang pernah saya dengar sebelumnya: BAHAYA LATEN NEGARA ISLAM.

Ya kenapa tidak? hampir sebagian besar buku hasil penelitian kerjasama antara The Wahid Institute, Gerakan Bhinneka Tunggal Ika, dan Maarif Institute ini menyingkap asal muasal dan gerak denyut kelompok Islam garis keras yang berasal dari gerakan Wahabi yang berasal dari sebuah daerah di Saudi Arabia, penetrasinya ke dalam dunia politik praksis yang mengusung negara Islam dan Khilafah Islamiyah yang sebenarnya sama sekali tidak mempunyai landasan teologis dalam Islam, metamorfosa dan perkawinan gerakan ini dengan berbagai gerakan-gerakan Islamis seperti Ikhwanul Muslimin, Hizbut Tahrir, serta infiltrasi mereka ke sebuah partai politik di Indonesia, siapa lagi kalau bukan PKS! yang jelas, sebagaimana diakui sendiri oleh Anis Matta salah satu pendirinya terinspirasi dari gerakan Ikhwanul Musliminnya Hasan Al Banna, yang mana gerakan tersebut merupakan organisasi terlarang di negara asalnya sendiri.

Again, buku ini menyingkap beberapa fakta unik yang belum saya ketahui sebelumnya di antara lain: mengungkap benang merah pertalian gerakan Padri yang dikomandoi oleh Tuanku Imam Bonjol dengan gerakan Wahabisme di Saudi Arabia, dan tragedi pendudukan berdarah di Mekkah yang sangat jarang diekspos di berbagai media.

However buku ini adalah pemicu buat kita agar lebih aware terhadap gerakan Islam garis keras, sisi positif dari buku ini selain menyingkap asal muasal gerakan Islam garis keras, buku ini juga menawarkan sebuah alternatif gerakan Islam senyum yang ramah di muka bumi, rahmatan lil alamin, saya yakin buku ini akan menjadi pemicu hadirnya wajah Islam yang lebih ramah. Oya buku ini duluncurkan dengan videonya loh.

Mau tahu isinya lebih lanjut? baca sendiri ya, bukunya tebel lohh. BISA DI DOWNLOAD DI SINI

[Enough about the book and its video, however I ate a lot of food in the hotel :D , and met some old friends including my uncle, ho ho ho, it's absolutely a coincident to meet them actually, and I feel so blessed to be among Indonesian begawan: HE.KH.Abdurrahman Wahid, Gus Mus and Buya Syafii Maa'rif, I'm so grateful, I really feel the positive energy from them]

*foto diambil dari Fesbuknya temen.

Written by Wazeen

Mei 18, 2009 at 3:18 pm

Ditulis dalam Uncategorized

Heavenly Blush

tinggalkan komentar »

Lemuut, memang untuk diemut, dikulum dan dirasakan; ketika partikel-partikel pink berpadu dengan lemut-lemut putih menyesap ke dalam serat-serat buah-buah daging ayam yang ternyata adalah buah lychee berwarna oranye tawar.

Dan itu ternyata adalah Yogurt, sejenis dairy product, saya kira rasanya selalu masam, membuat mata selalu terpicing-picing, tapi sebuah tawaran menggoda dari teman-teman memberikan saya kesempatan untuk mencoba merasakan sensasi itu, dan akhirnya saya pun mencoba. Benar itu Yogurt, benar rasanya beda, sensasi sedikit masam dipadu dengan petualangan menikmati serat buah dikawal dengan partikel putih-pink menghadirkan petualangan yang membuat saya lupa arah balik ke Ciputat, and it’s called Heavenly Blush!

[ha ha ha I know that I'm little bit lebay, but truth be told it's my first time tasting Yogurt! Thanks guys!]

Written by Wazeen

Mei 17, 2009 at 5:00 pm

Ditulis dalam Uncategorized

Menonton Filem

with 4 comments

Jujur akhir-akhir ini saya banyak sekali melahap filem-filem, nikmat saja rasanya! dan sensanya serasa ngefly gitu habis nonton, dalam seminggu bisa jadi 3 film saya tonton sekaligus.

Ada sensasi aneh setiap kali masuk ke ruangan bioskop entah itu 21 atau Blitzmegaplex, sebuah sensasi bebas! Dan saya bagaikan burung yang lepas memasuki ruangan teater. Eh iya saya sudah berhasil menghilangkan fobia aneh saya yang dulunya selalu berkata: it’s pity if you come to the cinema alone!, yeah indeed memang jalan bersama pasangan atau teman-teman banyak lebih enak, however nonton bioskop sendirian it’s not a crime man!

Jujur dulu sewaktu masih kecil (apanya yang kecil?} saya susah sekali nonton bioskop, yahh berhadapan dengan birokrasi budaya tradisional pesantren yang sudah menstigma bioskop adalah tempat buat anak muda yang berpasangan untuk grepek-grepek dan yang sejenisnya, apa mungkin di era sembilan puluhan itu filmnya kebanyakan film grepek2? ah entahlah yang jelas setahu saya billboard gedung bioskop di kota Sumenep di tahun-tahun itu selalu bertuliskan: Gairah Malam, Tak Tahan Banting, Susuk Nyi Roro Kidul, Gairah Terlarang dan lain sebagainya. Apa iya ini alasan para masyayikh dan kiyai melabeli bioskop seperti itu?

Saya ndak tahu, yang jelas label yang mereka berikan pasti untuk kemashlahatan ummat untuk saat itu, meski saat itu sempat membuat saya stres berat gara-gara tak diberi izin oleh Aba untuk nonton bioskop. Baidewei apakah stigma itu sampai sekarang masih berlaku? ah entahlah, yang jelas dateng ke bioskop itu nggak dosa kok! asal kita tahu grip-nya, memang sih saya witnessing beberapa yang grepek-grepek dan yang sejenisnya, tapi bagaimanapun juga itu tetap tergantung kualitas filem yang ditonton!!!, kalau memang filemnya berkualitas saya yakin meski filem nasional pasti penontonnya juga serius nontonnya.

Terus bagaimana ya reaksi orang-orang di pesantren menyambut filem-filem yang bertemakan Islam dan pesantren yang sempat muncul belakangan ini? Katakanlah Ayat-ayat Cinta, 3 Doa 3 Cinta (Nyesel saya nonto filem ini! it’s suck!), Perempuan Berkalung Sorban, dan yang mau rilis Ketika Cinta Bertasbih, btw gimana ya reaksi mereka?

However, habis nonton filem itu kepala saya serasa dimasuki sesuatu yang aneh, susah menggambarkannya saya, kurang lebih seperti habis buang hajat lalu minum satu botol teh botol, waaah which is….I can’t describe it man!!!

[yuuhuu I've just watched Angels and Demons @ Citos, it's so cool 3.5 stars from 5, it took 138 mins, but I had no food with me I was starving and ALONE! meanwhile Plaza semanggi is so far from ciputat and they are there]

Written by Wazeen

Mei 15, 2009 at 4:37 pm

Ditulis dalam Uncategorized

Peletak Peletok Bunyi Fesbuk.

with 2 comments

Ketika ikon warna merah di facebook menunjukkan angka-angka notifikasi profil kita, jiwa serasa dikelitiki? sebenarnya apa sih yang dikelitiki? Ego?

[mencoba untuk posting secara teratur di hari Senin dan Kamis]

Written by Wazeen

Mei 13, 2009 at 8:04 pm

Ditulis dalam Uncategorized

Tante

with 4 comments

Iseng-iseng saya jalan-jalan ngecek ke blog dagdigdug saya, lalu ngliat foto blogger terpilih yang mirip-mirip gaya khas tika banget yang menutup mulutnya dengan tangannya, lalu membacalah saya postingan itu, ya itu dia, blogger terpilihnya namanya Silly, satu hal yang menarik perhatian saya tulisan ini

Panggil saja dia Silly, tanpa embel-embel Tante bila Anda tak mau dipentung olehnya.

Bagi saya kalimat itu aneh; kenapa tak suka dipanggil Tante? aneh, saya laki-laki, saya ngeblog, dan saya blogger laki-laki, saya memanggil beberapa kerabat dekat saya dengan sebutan Tante (tante dengan makna yang benar, just to respect ndak lebih, dan tanpa embel-embel lain), dan mereka fine-fine saja, sama halnya ketika saya melihat perempuan dengan busana yang ‘mini’, dan saya berpikir ngeres, saya haqqul yakin, seyakin-yakinnya bukan perempuan itu yang harus menutupi tubuhnya, tapi sayalah yang mesti memperbaiki ‘mindset’ saya, tentang busana mini itu, begitu kan?

Lalu pertanyaan saya sekarang adalah apakah semua orang sudah sepakat mengartikan ” Tante ” sebagaimana Google mengartikannya?

temporer

Tapi semuanya kembali ke : orang beda-beda sih, ada yang nyaman dipanggil ini dan ada yang tidak nyaman dipanggil itu, ya sudahlah, just respect it as it is.

Written by Wazeen

Mei 8, 2009 at 9:29 pm

Ditulis dalam Uncategorized

Nun mati bertemu Wow

with one comment

Nun mati,
Bertemu WOW
Menjadi dengung
Mendengung; seperti lebah.

Written by Wazeen

Mei 8, 2009 at 5:49 pm

Ditulis dalam Uncategorized

MU, Fanatisme dan Romeo & Juliet-nya Bang Ucup

with 3 comments

Kalau kamu bertanya apa yang kerap kali membuat saya tidak telat solat subuh di kala fajar menjelang? Jawabnya cuma satu: Liga Champions! Manchester United VS bla bla bla

Lalu kalau kamu bertanya apa yang membuat saya otomatis terjaga di malam hari tanpa harus menyalakan alarm? Liga Champions dan Manchester United pastinya!

Lagi masih mau bertanya pada saya? apa yang membuat kamu begitu bersemangat dan bergairah? yeah gol-gol indah Ji Sung, CR 7, dan sorak sorai Mbah Fergie menyambut kemenangan United.

Lalu mana sisa emosi saya untuk PSSI dan klub lokal? ah lupakanlah, ah prestasi timnas masih begitu buram, tak ada yang bisa diharapkan, lalu klub lokal? Persebaya? bukankah kamu orang Jawa Timur seharusnya kamu Persebaya dong? tidak, saya ndak pernah ngefans pada klub Surabaya yang satu itu, saya lebih terikat secara emosional ke klub sekota-nya Mitra Surabaya (dulunya Niac Mitra), tapi entah kemana klub itu lenyap ditelan waktu, sekarang emosi saya datar-datar saja pada klub-klub lokal yang ada, even Persebaya, saya bukan benar-benar orang Jawa Timur, saya orang Madura!

Tentang Romeo & Juliet versi bola Indonesia.

Daripada sebuah ‘film’ film ini lebih nampak seperti sebuah dokumenter tentang potret buram sepakbola di Indonesia, fanatisme yang over (ya saya sangat mengerti tentang semangat yang menggebu-gebu yang lahir dari si kulit bundar yang disepak itu), film ini sepertinya mau mengatakan sesuatu; ini loh sepakbola Indonesia dan fanatisme orang-orangnya -hingga makian eksentrik khas ‘kebun binatang’ juga ada dan menampilkan daftar panjang korban dari fanatisme ini di akhir tayangan-, dan juga menggambarkan jika Indonesia adalah pasar yang sangat-sangat potensial untuk industri bola, again nampaknya Bang Ucup belum bisa menghilangkan kesan ‘film dokumenter’ dari film ini, menurut saya film ini kurang lebih memiliki pesan yang sama dari film-filmnya yang sebelumnya; kesan yang yang sangat saya tangkap dari film ini–terlebih karena ~uniknya~ada teks bahasa Inggrisnya– adalah : ini loh sepakbola Indonesia, Industri bola yang sangat potensial!

Lalu polesan romantika di film ini? Rangga dan Desi? ah it’s very poor, — terlebih untuk pria idaman seperti saya :D — , sekedar untuk pemanis jalannya ‘film dokumenter’ ini, sekedar pemicu dan pemanis buatan agar kedua belah pihak (Jakmania dan Persib) lebih seru bertarungnya di luar lapangan, but however pesan yang sangat positif dari film ini adalah bahwa memang harus ada sebuah ‘extreme surgery’ –dan film ini serta peristiwa yang terjadi yang diakibatkan oleh film ini, hemat saya adalah salah satu dari proses itu– pada karakter dan seluruh elemen sepakbola di Indonesia, ya adegan-adegan yang begitu barbar di film itu bagi saya seolah mengatakan pesan itu.

Film ini subyektif? ya! agak the Jakmania sentris, bayangkan begitu beraninya seorang Rangga seorang diri berjalan menuju ke sarang Viking, waw begitu gagah! kalau yang beneran mungkin gak ya? :D , ok however film ini so cool, two thumbs up untuk Bang Ucup, buat saya film ini dapet 2.5 bintang lah.

Lalu bagaimana dengan film bola selanjutnya? Garuda di dadaku? Let’s see then!

*Eh ada satu lagi yang sedikit ‘aneh’ bagi saya di film ini, Rangga yang pernah memakai kostum Liverpool entah kenapa tiba-tiba menyebutkan CR 7 ketika menggiring bola.

Written by Wazeen

Mei 6, 2009 at 6:11 pm

Ditulis dalam Uncategorized